Arsip untuk Nopember, 2007

GADIS KITA

Nopember 17, 2007

O gadisku kemana gadisku. Kau telah pergi ke kota lipstik gadisku. Kau pergi ke kota parfum gadisku. Tubuhmu keramaian pasar gadisku. Jangan buat pantai sepanjang bibirmu merah gadisku. Nanti engkau dibawa laut, nanti engkau dibawa sabun. Jangan tempel tanda-tanda jalan pada lalulintas dadamu gadisku. Nanti polisi marah. Nanti kucing menggigit pita rambutmu. Jangan mau tubuhmu adalah plastik warna-warni gadisku. Tubuhmu madu, tubuhmu candu. Nanti kita semua tidak punya tuhan, nanti kita semua dibawa hantu gadisku. Kita semua cinta padamu. Kita semua cinta padamu. Jangan terbang terlalu jauh ke pita-pita rambutmu gadisku, ke renda-renda bajumu, ke nyaring bunyi sepatumu. Nanti ibu kita mati. Nanti ibu kita mati. Nanti ibu kita mati.

Langit Penuh Jemuran

Nopember 15, 2007

Puput kakinya korengan. Rambutnya masih berbau telur. Ia sedang memainkan botol minuman di atas genangan air. Seorang kawannya mengambil botol itu untuk dijual. Gang-gang sempit di kampung masih pukul 9 siang. Seorang malaikat sedang berbaring di atas tali jemuran. Langit penuh pakaian yang baru saja di jemur. Seekor anak ayam berlari, lalu naik keatas tempat tidur, mencari makan. Puput juga naik ke tempat tidur, melihat ayahnya yang terbaring sakit. Ayahnya memesan pil generik untuk kepalanya yang pusing. Aku mendengar suara sirine dari kening seorang ibu. Perempuan itu sedang mencuci beras untuk makan siang. Gang-gang sempit di kampung masih pukul 9 siang, ketika itu.

MUKADIMAH

Nopember 14, 2007

Kata adalah lembaga komunikasi yang paling susah dipegang, bobrok dan busyet. Bahasa mungkin merupakan ciptaan manusia yang paling punya banyak masalah. Dunia refren-yang tinggal dalam memori kita atau pelebelan sosial (stereotipe), seperti seekor ular yang terus mengintai dan siap menerkam setiap teks.

(more…)