Rumah Orang Indonesia

By qzink666

 

 

Pagar besi beton batu bercampur palem-palem raja. Penjaga pintu gerbang belum tidur. Selamat pagi. Seekor kuda logam menonton TV katanya. Acaranya senam pagi dan menelepon penjual gas. Daun-daun kering jatuh di kolam renang, sedan mercy sedang dimandikan. Mana handuknya? Aduh jendela-jendela kaca itu. di sebelahmu patung perempuan pualam belum pernah pecah, ukiran pohon kelapa dari Bali, bunga-bunga kering, dan asbak-asbak besar. Caramu berjalan begitu ya katanya. Tangga melingkar. Bangunan tiga lantai sedang di cat lagi. Dua disel di lantai bawah tanah, seperti kuburan orang-orang tak bisa tidur. Mesin pendingin, kursi untuk hantu di lantai atas. Lukisan Diponegoro menunggang kuda dari bulu ayam, aduh berterbangan menutupi matamu. Aku belum bisa tidur katanya. Lampu-lampu kristal, 30 kamar tidur seperti mengambang di atas laut. Bangku karet gusa di tiap sudut. Telepon-telepon, relief-relief tembok, aku menggigit kaki kuda. Darahnya manis, seperti suaramu di balik lemari. Piano itu. meja makan kaca mengenang isi perut kambing. Lantai keramik memuja kakimu katanya, matahari di balik plastik hijau. Ada sirkus monyet anjing ular di ruang tamu. Sebuah dendam pada benda-benda, jadi arsitektur tak pernah selesai di susun. AC telah memecahkan kaca jendela. Kenapa belum dingin juga rumah ini katanya. Gading dan kaki-kaki gajah telah membeku, jadi meja tamu. Penjaga pintu gerbang belum tidur. Leher istrinya radang panas. Mari tersenyum, mari salaman, seperti kebudayaan timur dalam kipas angina. Makan telur mentah dari lemari es katanya. Aku pergi dulu. Besok kita jumpa lagi. Besok kita jumpa lagi.

Tag:

Tinggalkan Balasan