Rumah Kata

Kata seperti sebuah rumah, memiliki ruang dalam dan ruang luar, ruang depan dan ruang belakang. Kata adalah representasi eksistensi ruang dalam pemahaman manusia di bidang bahasa. Manusia tidak bisa membebaskan bahasa dari pelembagaan ruang yang dilakukannya. Ruang luar kata adalah konvensi komunikasi yang berlangsung dalam wilayah publik. Berbagai pernik-pernik komunikasi saling berhubungan dalam ruang ini. Sifatnya sangak umum dan pragmatis. Mitos dan berbagai pandangan stereotip, wacana dan ideologi, dibawa ke ruang ini lebih untuk mengukuhkan stabilitas publik dalam menjalankan berbagai mekanisme hubungan yang telah dilembagakan. Kediktatoran bahasa mungkin terjadi di ruang ini yang mereduksi kualitas kehidupan publik. Sementara itu ruang dalam kata seperti rumah kita yang terlindung dari dunia luar. Sifatnya pribadi atau subjektif. Sebuah kebebasan yang bekerja dan bertindak dalam ruang yang terbatas. Karena itu pengerjaan dalam pelaksanaan kebebasan tersebut cenderung bergerak ke dimensi kualitasnya dan bukan kuantitasnya. Puisi menjadi menarik karena ia sesungguhnya merupakan produk dari ruang dalam kata, lalu mencoba keluar menemui publik. Kehadiran puisi di antara mitos, berbagai pandangan stereotip, wacana atau ideologi mungkin seperti orang asing yang tidak mau tunduk ke dalam konvensi hubungan-hubungan publik yang berlangsung di ruang luar itu. Tetapi begitulah, sesungguhnya puisi mencoba merajut kembali hubungan antara ruang luar dan ruang dalam sebagai repesentasi pembagian kerja kebudayaan dan peradaban yang dilakukan manusia.

2 Tanggapan ke “Rumah Kata”

  1. qzink666 Berkata:

    Test komentar..
    Cling..

  2. novita anggraeni Berkata:

    Hadir juga.. :D

Tinggalkan Balasan